Ketika seorang pria menjalin hubungan dengan seorang wanita dan dia ingin menentukan apakah akan dilanjut ke tahap serius atau hanya main2 biasanya pria akan banyak pertimbangannya.

Memang tidak dapat dipungkiri sesuatu yang serius apalagi sebuah hubungan pernikahan pastilah harus dipikirkan matang2. Dan pastinya kata orang tua harus dilihat juga calonnya, mulai dari bibit, bebet dan bobotnya. Terlepas dari pada itu biasanya pria akan banyak berpikir kedepan saat menjalani kehidupan rumah tangga, dan kadang kala banyak ketakutan2 yang justru membuat langkah kedepannya menjadi ragu2.

Dan kebanyakan pria selalu beranggapan bagaimana seandainya dia tidak bisa membahagiakan pasangannya, tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, dan segala macam ketakutan yang kebanyakan berkutat pada kehidupan ekonomi keluarga.

Tidak dapat disalahkan jika seorang pria menjadi sangat pemikir jika membayangkan apa saja kebutuhan yang ada ketika berumah tangga, belum berumah tangga pun kita sudah kekurangan bagaimana jika sudah menikah?? itu kata2 yang ditakutkan kebanyakan pria.

Dan pada akhirnya pria2 ini akan mencari pasangan hidup yang mau diajak susah, sampai-sampai mungkin tak sedikit para pria yang akan menanyakan langsung ke teman wanitanya ” apakah kau mau hidup susah denganku? “.

Kalau dipikir secara logika siapa sih yang mau diajak susah?? Pastinya ga ada yang mau lah. Semua orang pengennya bahagia, ya bodoh aja kalau ada orang yang mau diajak susah.

Dan tugas seorang pria nantinya adalah menjadi Suami yg harus membahagiakan istri dan keluarganya. Jadi sangat tidak tepat jika seorang pria berpikiran tentang hidup susah bersama keluarganya.

Jika ada yg berpikiran semacam itu sama saja pria itu tidak percaya akan kemampuannya untuk bisa membahagiakan keluarganya kelak, dan ingat kata2 adalah doa, jadi jangan sampai kata2 itu menjadi kenyataan.

Memang tidak dapat dipungkiri kehidupan manusia tidak akan selamanya bahagia pasti akan mengalami yang namanya kesusahan, tapi jika seorang pria memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk membahagiakan keluarganya kelak pasti sebisa mungkin dia akan berusaha sekuat tenaga. Dan usaha itulah yang dilihat oleh para wanita sebagai nilai plus dari seorang pria, bukannya pria yang hanya pasrah dan “memaksakan” diri sang wanita untuk ikut merasakan kesusahan yang belum tentu nanti terjadi.

Dan perlu diingat lagi kebahagian itu sederhana tidak harus dengan harta yang berlimpah tapi bisa diwujudkan dengan keharmonisan yang ada didalam keluarga, selama kedua insan ini saling menguatkan dan tidak saling menyalahkan bisa dipastikan kesusahan pun takkan terasa berat.

Jadi jangan sekali2 menanyakan kesiapan hidup susah kepada pasangan jika hal itu tak ingin kalian alami. Yang perlu pria lakukan adalah meyakinkan sang wanitanya jika kelak hidupnya akan bahagia bersamanya, dan ingat janjikanlah sebuah ke BAHAGIA an bukan kekayaan !!