SELAMAT BERBAHAGIA WAHAI MASA LALUKU

IMG0287A

Beberapa hari ini tidak tahu kenapa aku teringat dengan seseorang yang sudah lama tak pernah ada kabar.  Walaupun rasanya sekarang sudah berbeda tapi sepertinya ada rindu di dalam hatiku, terakhir aku dapat kabar darinya dia sakit, dan aku baru sadar kalau selepas kita pisah dulu kesehatannya menurun dan bahkan sering masuk rumah sakit, dan dari dia juga aku tahu kalau selama ini dia masih memikirkanku bahkan mengharapkan aku bisa balik lagi. Tapi itu mungkin suatu yang mustahil walaupun dalam hati kecilku masih menyimpan harapan itu, yang sebenarnya sudah sedikit demi sedikit aku kubur dalam2 bersama cucuran air mata dan kenangan yang terus aku hapus.

Terakhir ketemu pun dia banyak menceritakan beberapa hal yang membuat aku tak bisa lepas untuk tetap mengawatirkannya, terutama secara psikis dia mengaku selalu tertekan dengan keadaan. Dia sudah begitu kuat menahan semua beban itu sendirian, dan aku sadar aku sudah tak bisa lagi membantunya. Hanya sebatas doa agar dia bisa mendapatkan yang terbaik.

Ada banyak rasa berkecamuk kala aku mengenangnya, mengingatnya seakan membuka sebuah cerita dengan banyak kisah antara tawa dan tangisan. Dan mungkin semua sulit untuk aku hapus semuanya, karena terlampau dalam kisah itu menggores didalam kehidupanku.

Mungkin aku salah satu orang yang sangat dengan mudahnya jatuh cinta pada seseorang tapi aku juga adalah orang yang sangat sulit melupakan suatu hal, apalagi itu sudah memberikan kisah yang dalam. Walaupun berangsur2 rasa itu hilang tapi kenangan akan hal2 yang sudah dilewati akan susah terhapus. Ada rasa menyesal dan rasa bersalah , karena aku merasa tak bisa berbuat apa2 kala orang2 disekitarnya merenggut kebahagian kami itu dan memisahkan kami berdua. Hingga akhirnya jalan kisah hidup kami harus berakhir dengan penuh tangisan.

Aku masih ingat selepas kami terpisahkan, hidup serasa sudah ingin berakhir. Tak ada cahaya yang bisa aku lihat di depanku. Gelap dan tanpa arah, aku menjalani hari2 penuh dengan rasa frustasi dan menyalahkan keadaan tapi itu berangsur2 membaik karena aku memiliki banyak sahabat yang bisa membantuku melewati masa suram itu dengan keceriaan. Walapun sebenarnya hati ini akan selalu mengingatnya apalagi saat kondisiku sendiri kenangan itu akan datang lagi menggoda untuk diingat.

Selepas kami berpisah ( putus ) kami sudah bertemu sekitar 3-4 kali dan dari setiap pertemuan itu aku selalu ingin dia tersenyum, walaupun senyum yang ku lihat adalah senyum kegetiran. Dan yang selalu aku dapatkan bahkan bukan senyuman tapi tangisan. Tangisan yang sama dengan tangisanku, tangisan penyesalan karena dia juga merasa bersalah dengan semua keputusan keluarganya itu.

Dan sekarang mungkin sudah hampir mau setahun setelah pertemuan terakhir itu dan diapun lenyap dari kehidupanku karena tak ada kontak apapun.  Tapi tiba2 hari itu aku mendapatkan pesan, pesan dari seseorang yang  aku yakin kalau itu adalah dia, karena aku tahu gaya bahasanya kalau bertukar pesan denganku.

Sepertinya rasa kerinduanku itu juga dirasa olehnya, aku tak tahu kenapa walaupun sudah hampir bertahun2 kami berpisah tapi chemestry itu masih ada.  Dia mencurahkan semua perasaanya selama ini, bagaimana dia melewati kehidupan tanpa aku untuk menyemangatinya. Selama ini aku baru tahu kalau dia masih sering sakit2an dan hal itu sebenarnya lebih dikarenakan tekanan batin yang dia alami, dia selalu berusaha memendam rasa selama ini hanya untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya, karena dia sadar tak ada yang bisa dia lakukan untuk membahagiakan orang tuanya kecuali menurut apa kata mereka.

Ada rasa sedih dan iba dalam benakku, seseorang yang selama ini pernah mengisi hari2ku harus melewati hari2 seberat itu sendiri. Dia mencurahkan semua rasa terpendam yang selalu disembunyikannya yaitu rasa rindu dan sayangnya padaku. Aku pun tak dapat memungkiri kalau rasa itu masih ada di dalam benakku.  Walaupun sudah hampir 2 tahun lebih ini aku menjalin hubungan dengan seseorang tapi rasa sayang dan cinta padanya masih sedikit ada, walaupun tak sebesar dulu karena mungkin sudah sedikit terkikis waktu.

Ku mencoba meneleponnya dan ingin mendengarkan suara yang sudah lama tak ku dengar, dan suara itu masih tetap sama seperti yang dulu. Suara yang mungkin lama aku rindukan, dan aku masih ingat bagaimana dulu aku sangat-sangat sering meneleponnya walaupun hanya ngobrol ngalor ngidul tidak jelas tapi rasanya itu adalah kebahagiaan yang tak bisa aku rasakan lagi, karena hal tersebut mungkin sangat jarang bahkan mungkin tak pernah aku lakukan terhadap kekasihku yang sekarang. Dan itulah yang kadang membuat aku masih merasa rindu terhadapnya, rindu dengan rutinitas itu, menelepon berjam2 dan seakan dunia milik kami berdua. Sesuatu yang sangat sulit aku terapkan ke kekasihku sekarang karena rutinitas kerjaku yang begitu sibuk hingga hal itu tak lagi memungkinkan aku lakukan.

Dari seberang sana aku mendengarkan begitu banyak cerita, bagaimana dia melewati hari2nya penuh dengan banyak tekanan. Dan itulah salah satu yang menyebabkan dia sering sakit2an. Mungkin dia mencoba menghubungiku cuma hanya untuk meringankan sedikit bebannya dengan membagi nya denganku. Aku berusaha mendengarkan setiap kata yang dia ucapkan, aku ingin bisa membantunya walau hanya sekedar menjadi pendengar yang baik. Walaupun sesekali dia masih mencoba mengingatkanku akan banyak hal yang pernah dilewati bersamaku tapi aku berusaha menanggapinya secara biasa dan tidak ikut larut dalam kenangan itu, karena aku sadar aku sudah tak lagi sendiri. Sudah ada seseorang yang hati dan perasaannya juga harus ku jaga.

Dalam hati ku berkecamuk antara sedih dan nelangsa, bagaimana aku bisa mendengar semua kisah2 memilukan itu dengan hanya mendengarkannya tanpa bisa membantunya. Dan hanya sebatas menenangkan saja seperti yang sudah2 aku lakukan untuk bisa menghiburnya. Walaupun kadang sedikit aku membuatnya senang dengan kata2 kalau aku juga merindukannya. Mungkin hanya sebatas itu, karena sekarang aku memang wajib membatasi itu agar aku tak lagi terjerumus di dalam masa lalu, tempat yang sudah lama aku tinggalkan.

Percakapan itu lumayan lama kami lakukan, sampai akhirnya harus terhenti karena pulsa ku yang habis. Dan kemudian tak lagi ku lanjutkan, walaupun sebenarnya mungkin masih banyak hal2 yang ingin dia ceritakan dan bagi padaku.

Dan beberapa hari berlalu setelah percakapan itu aku sering mendapatkan pesan darinya, tapi karena keterbatasan waktuku yang begitu sibuk dengan pekerjaanku, aku tak membalasnya. Hingga akhirnya sore ini aku mendapatkan pesan yang membuat aku mau tak mau harus membalasnya. Ya ternyata dia mau menikah beberapa hari lagi. Aku tak tahu apa yang seharusnya aku rasakan, entah harus bahagia atau sedih.  Dalam hatiku berkecamuk, dia mengharapkan kedatanganku. Tapi karena waktu yang tidak memungkinkan jadi kemungkinan aku tak bisa datang, walaupun di dalam hati ini ada rasa ingin datang di hari itu tapi ada rasa takut juga, karena aku tak mau merusak hari sakral itu dengan kehadiranku disana.

Aku tak mau karena kehadiranku hari bahagia itu akan diisi dengan tangisan tapi dilain sisi aku juga ingin menyaksikannya, dan mencoba membuktikan juga terhadap orang tuanya bahwa aku bisa menjadi orang yang lebih baik selepas kami berpisah, karena alasan kami dipisah mungkin karena mereka menganggap aku bukanlah orang yang bisa diandalkan . Sampai hari ini aku masih memikirkannya untuk datang atau tidak.

Mungkin ada banyak rasa yang tak bisa aku utarakan sekarang. Selepas aku mendapatkan pesan itu bayangan2 akan hal2 yang sudah kami lewati kembali berdatangan, muncul bagaikan sebuah film yang terputar dengan banyak episode2 perjalan yang panjang. Aku mungkin masih belum bisa merelakannya untuk melepaskannya hidup bersama orang lain, tapi dilain sisi aku juga merasa terlalu egois sekali jika aku masih bersikap semacam itu, karena dia juga berhak untuk bahagia seperti aku.

Walaupun akhirnya aku tahu dia mau menikah itupun karena sebuah keterpaksaan, sebuah hal yang dia lakukan bukan dari hatinya. Dia hanya mau membuat bahagia hati orang tuanya saja dengan menerima pinangan seseorang yang mungkin tidak dia cintai sepenuhnya.

Terlepas dari itu aku berdoa semoga dia bisa mendapatkan kebahagiannya bersama calon pasangan abadinya itu. Aku tak mau lagi dia bersedih, dan aku pun bisa mengambil hikmah dari semua ini. Karena cepat atau lambat rasa sayang dan cinta terhadapnya yang masih aku jaga ini akan meluntur dengan sendirinya.

Dan akhirnya akupun harus merelakan itu semua, dan aku hanya bisa mengucapkan “ … Selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru wahai masa laluku … “

 

Karawaci, 19 April 2014

Disana aku pernah ada

Menghiasi hari2mu dengan cinta

Disana aku pernah menaruh harapan

Yang kau jaga dalam pelukan

 

Kini tak ada yang tersisa

Waktu tlah berjalan lama

Semua tlah berubah menjadi beda

Tak lagi aku ada disana

Tak ada lagi harapan dalam dekapan penuh cinta

 

Sudah relakan yang pergi

Kamu tlah putuskan jalanmu sendiri

Karena kinipun aku tak sendiri

Tak usah kau khawatirkan aku lagi

 

Aku tlah mampu bahagia disini

Maka jangan ada tangisan di hari itu yang menghiasi

Karna kaupun berhak merasakan bahagia yang ku alami

Walaupun yang ada disana …

Bukan aku lagi ..

Selamat berbahagia wahai masa lalu

Biarkan cerita itu hanya kita yang tahu

 

Karawaci , 27 April 2014